RSS

Mengisi Kemerdekaan Bangsa ini Dengan Berkarya



Tak terasa tahun ini tepatnya tanggal 17 Agustus 2010, bangsa kita telah merayakan HUT RI yang ke 65. Berbagai kegiatan dan perayaan dilakukan untuk menyambut hari yang sangat istimewa tersebut. Setiap warga Indonesia bersuka cita menyambut dan merayakan hari kemerdekaan bangsa ini. Namun sudahkah kita mengisi kemerdekaan bangsa ini dengan sesuatu yang sangat positif dan bermanfaat khususnya bagi bangsa ini selain mengikuti Upacara Kemerdekaan?




Sebenarnya, setiap warga kita mempunyai potensi dan kesempatan untuk memajukan bangsa ini, karena kita semua tahu bahwa setiap inpidu pasti mempunyai bakat dan kelebihan yang dapat dikembangkan serta ditingkatkan untuk sesuatu yang positif serta bermanfaat. Yang menjadi kelemahan bangsa ini adalah sarana untuk mengembangkan potensi-potensi sumber daya manusia tersebut, seperti kurikulum serta sistekm pendidikan yang harus terus dilakukan perbaikan, serta “penghargaan” terhadap sember daya manusia yang mempunyai skill professional agar mereka tidak “lari” untuk “membela” negara lain.


Seandainya jika semua sumber daya manusia andalan dan professional di dunia yang berasal dari bangsa ini dikumpulkan menjadi satu, maka bukan mimpi lagi bahwa bangsa ini akan menjadi negara yang sangat maju, kita semua juga tahu bahwa sumber daya alam negara kita sangatlah kaya raya, apabila hal itu didukung oleh sumber daya manusia yang memadai serta professinal, maka hasil yang diperoleh pun akan maksimal. Semua itu akan terwujud bila pihak pemerintah, masyarakat, serta pihak pendidik dapat bekerja sama dengan baik, karena setiap pihak mempunyai peran yang sangat berarti.


Kita harusnya sangat prihatin dengan keadaan bangsa ini, di mana sebagian besar sektor usaha yang strategis lebih dikuasai pihak lain (baca:negara asing), seperti:



1.    Bidang Telekomunikasi:


·        8,7 % saham Telkom dimiliki pihak JPMCB US Resident, 6 % saham dimiliki The Bank of New York


·        35 % saham Telkomsel (grup Telkom) dimiliki oleh SingTel (grup pemerintah Singapura).


·        65 % saham Indosat dimiliki QatarTelecom.


2.    Pertambangan:


·        81,28 % saham Freeport Indonesia dimiliki Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.


3.    Otomotif:


·        50,1 % saham Astra dimiliki Jardyne Cycle, Singapore.


4.    Ritel:


·        39 % Carrefour Indonesia dimiliki Carrefour SA (France), 9,5 % oleh Carrefour Netherland BV.


5.    Perbankan:


·        44,5 % saham Permata dimiliki Astra, 44,5 % dimiliki Standard Chartered Bank.


·        66 % saham Danamon dimiliki Asia Financial Indonesia (grup Temasek Holdings Ltd. dan Deutsche Bank AG).


·        37 % saham Panin dimiliki oleh ANZ Banking Group of Australia.


·        97,9 % saham CIMB Niaga dimiliki oleh CIMB group (Malaysia).


·        72 % saham OCBC NISP dimiliki OCBC overseas


6.    Perkebunan : Beberapa perusahaan Malaysia mulai mengakuisisi kebun-kebun sawit dan karet di Indonesia


7.    Consumer Goods :


·        46,5 % saham Indofood dimiliki CAB Holdings


·        68 % saham Sepatu Bata dimiliki Bafin (Nederland) BV


·        85 % saham Unilever Indonesia dimiliki Unilever Indonesia Holding BV


8.    Industri Semen


·        77 % saham Holcim dimiliki Holderfin BV


·        25 % saham Semen Gresik dimiliki Blue Valley Holding Pte





Dari data di atas, sangat jelas dapat diketahui bahwa tingkat ketergantungan negara kita terhadap negara lain dalam bidang ekonomi sudah memasuki tingkat yang sangat memprihatinkan. Semoga dengan tulisan ini beserta data di dalamnya, dapat memotivasi kita semua untuk saling berlomba-lomba dalam usaha untuk memajukan bangsa ini dan membuatnya semakin baik dari hari ke hari.




Sumber Pustaka:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Posting Komentar